MAKALAH
ALIRAN GESTALT
Oleh:
LAURA LARA
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan makala tentang aliran psikologi geslalt mata kuliah Psikologi Umum dengan tema ‘aliran gestalt’.
Laporan ini selain disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Umum, juga merupakan upaya penulis dalam menerapkan ilmu yang terlah diperoleh selama ini.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada
Allah SWT atas segala limpahan rahmat-Nya
Ayah dan ibu atas dukungannya baik berupa moril dan materil,
Ibu Retno Mangestuti.Psi., M.Psi, Dr, selaku dosen pembimbing mata kuliah Psikologi Umum
Mbak Clara selaku Asdos pada mata kuliah Psikologi Umum
Teman-teman, terutama kelas E dan kelompok 6 atas bantuan dan kerjasamanya
Tidak luput dari kesalahan laporan ini masih jauh dari sempurna, dengan begitu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua.
Malang, 9 Oktober 2018
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………… 2
DAFTAR ISI……………………………………………………………. 3
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………… 4
Latar Belakang……………………………………………… 4
Rumusan masalah…………………………………………… 4
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………… 5
Pengertian…………………………………………………… 5
Tokoh-tokoh Gestalt………………………………………. 6
Prinsip Gestalt………………………………………………. 7
BAB III PENUTUP………………………………………………………. 8
Kesimpulan…………………………………………………. 8
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………. 9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teori psikologi Gestalt adalah sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan. Hal yang menjadi fokus dalam teori psikologi Gestalt adalah pengurangan dari usaha membagi sensasi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil dan berdiri sendiri-sendiri, menjadi sebuah kesatuan yang utuh. Tiga tokoh utama dari teori psikologi Gestalt adalah Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang Kohler. Ketiga tokoh ini berpendapat bahwa manusia seringkali cenderung mempersepsikan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh. Pandangan akan teori pembelajaran menurut para ahli tertentu akan menentukan bagaimana seharusnya menciptakan belajar itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak faktor yang mempengaruhi terbentuknya belajar. Sehingga makalah ini membahas tentang salah satu teori pembelajaran menurut psikologi Gestalt.
B. Rumusan Masalah
Apa pengertian dari aliran psikologi Gestalt?
Siapa saja tokoh-tokoh dari psikologi Gestalt?
Apa penjelasan aliran gestalt ini menurut para tokoh psikologi Gestalt?
Apa saja prinsip dari psikologi Gestalt?
C. Tujuan
Menjelaskan definisi psikologi Gestalt
Menjelaskan teori aliran Gestalt menurut para ahli psikologi Gestalt
Mengetahui prinsip dari psikologi Gestalt
BAB II
PEMBAHASAN
Seperti yang kita ketahui bahwa perkembangan aliran psikologi behavorisme ini sangat berkembang pesat pada wilayah Amerika Serikat, maka sama halnya juga di wilayah Jerman yang melahirkan sebuah aliran yang di sebut dengan psikologi ‘gestalt’. Nama gestalt sendiri di ambil dari Jerman yang berarti bentuk, pola, atau struktur. Dengan di ambilnya nama dan sebuah artinya, maka para psikolog gestalt ini meyakini bahwa pengalaman seseorang mempunyai suatu kualitas kesatuan dan struktur. Sama seperti dengan psikologi behavorisme, psikologi gestalt ini lahir karena ketidakpuasan terhadap aliran strukturalisasi khususnya karena strukturalisasi mengabaikan pentingnya arti pengalaman seseorang yang kompleks, bahkan di jadikan element yang terlalu di sederhanakan.
Aliran psikologi gestalt ini mempunyai banyak tokoh terkemuka, seperti Wolfgang Kohler, Kurt Koffka, dan Max Wertheimer. Max Wertheimer yang lahir pada tahun 1880 adalah seorang psikolog Jerman dan dosen di Universitas Frankfurt. Lalu dia mengemukakan penelitian mengenai gerakan apparent, yaitu sesuatu yang terlihat bergerak tetapi kenyataanya tidak demikian dan inilah yang menjadikan lahirnya aliran psikologi gestalt. Werthimer sendiri telah melakukan percobaan atas hasil penelitian tersebut dengan cara sepasang lampu yang diletakan di meja dengan jarak sekian kaki. Lalu di tengah meja di kaitkan dengan seutas tali dan melakukan eksperiment di tempat yang gelap maupun remang-remang. Bila kedua lampu tersebut dinyalakan sekaligus, maka pada dinding akan terlihat bayangan tali yang menjadi dua buah. Tetapi, bila lampu dinyalakan seca bergantian dengan kecepatan tertentu, maka dapat melihat satu bayangan tali yang bergerak ke depan dank e belakang. Lalu apa hubungannya aliran psikologi gestalt dengan penelitian Wertheimer? Jadi ini adalah untuk pertama kalinya berhasil di buktikan dan di demonstrasikan bahwa suatu kesatuan itu lain sekali dengan sekedar penjumlahan atau pembagian. Bagian itu seharusnya di pandang dalam arti tempat, fungsi, dan perananya dalam kesatuan yang telah dibentuknya.
Pengertian
Psikologi Gestalt merupakan salah satu aliran psikologi yang mempelajari suatu gejala sebagai suatu keseluruhan atau totalitas, data-data dalam psikologi Gestalt disebut sebagai phenomena (gejala). Dalam hal ini Psikologi Gestalt sependapat dengan filsafat phenomonologi yang mengatakan bahwa suatu pengalaman harus dilihat secara netral. Dalam suatu phenomena terdapat dua unsur yaitu obyek dan arti. Obyek merupakan sesuatu yang dapat dideskripsikan, setelah tertangkap oleh indera, obyek tersebut menjadi suatu informasi dan sekaligus kita telah memberikan arti pada obyek itu.
Tokoh – tokoh Gestalt
Max Wertheimer (1800 – 1943)
Max Wertheimer adalah perintis sekaligus tokoh tertua dari serangkai pendiri aliran psikologi gestalt. Wertheimer dilahirkan di Praha pada tanggal 15 April 1880. Antara tahun 1910-1916, ia bekerja di Universitas Frankfurt di mana ia bertemu dengan rekan-rekan pendiri aliran Gestalt yaitu, Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka. Tahun 1910 ia mengajar di Univeristy of Frankfurt bersama-sama dengan Koehler dan Koffka yang saat itu sudah menjadi asisten di sana. Konsep pentingnya : Phi phenomenon, yaitu bergeraknya objek statis menjadi rangkaian gerakan yang dinamis setelah dimunculkan dalam waktu singkat dan dengan demikian memungkinkan manusia melakukan interpretasi. Weirthmeir menunjuk pada proses interpretasi dari sensasi obyektif yang kita terima. Proses ini terjadi di otak dan sama sekali bukan proses fisik tetapi proses mental sehingga diambil kesimpulan ia menentang pendapat Wundt.
Pada tahun 1923, Wertheimer mengemukakan hukum-hukum Gestalt dalam bukunya yang berjudul “Investigation of Gestalt Theory”. Hukum-hukum itu antara lain :
a) Hukum Kedekatan (Law of Proximity)
b) Hukum Ketertutupan ( Law of Closure)
c) Hukum Kesamaan (Law of Equivalence)
Kurt Koffka
Kurt Koffka lahir di Berlin tanggal 18 Maret 1886. Pada tahun 1910, Koffka bertemu Wertheimer dan Kohler, mereka mendirikan aliran Gestalt di Berlin. Sumbangan Koffka kepada psikologi adalah penyajian yang sistematis dan pengamalan dari prinsip-prinsip Gestalt dalam rangkaian gejala psikologi, mulai persepsi, belajar, mengingat, sampai kepada psikologi belajar dan psikologi sosial. Teori Koffka tentang belajar didasarkan pada anggapan bahwa belajar dapat diterangkan dengan prinsip-prinsip psikologi Gestalt. Teori Koffka tentang belajar adalah :
Jejak ingatan (memory traces), adalah suatu pengalaman yang membekas di otak. Jejak-jejak ingatan ini diorganisasikan secara sistematis mengikuti prinsip-prinsip Gestalt dan akan muncul kembali kalau kita mempersepsikan sesuatu yang serupa dengan jejak-jejak ingatan tadi.
Perjalanan waktu berpengaruh terhadap jejak ingatan. Perjalanan waktu itu tidak dapat melemahkan, melainkan menyebabkan terjadinya perubahan jejak, karena jejak tersebut cenderung diperhalus dan disempurnakan untuk mendapat Gestalt yang lebih baik dalam ingatan.
Latihan yang terus menerus akan memperkuat jejak ingatan.
Wolfgang Kohler (1887-1967)
Kohler lahir di Reval tanggal 21 Januari 1887. Saat bertugas sebagai asisten dari F. Schumman, ia bertemu dengan Wartheimer dan Koffka. Kohler berkarier mulai tahun 1913-1920, ia bekerja sebagai Direktur stasiun “Anthrophoid” dari Akademi Ilmu-Ilmu Persia di Teneriffe, di mana pernah melakukan penyelidikannya terhadap inteligensi kera. Hasil kajiannya ditulis dalam buku betajuk The Mentality of Apes (1925). Eksperimennya adalah : seekor simpanse diletakkan di dalam sangkar. Pisang digantung di atas sangkar. Di dalam sangkar terdapat beberapa kotak berlainan jenis. Mula-mula hewan itu melompat-lompat untuk mendapatkan pisang itu tetapi tidak berhasil. Karena usaha-usaha itu tidak membawa hasil, simpanse itu berhenti sejenak, seolah-olah memikir cara untuk mendapatkan pisang itu. Tiba-tiba hewan itu dapat sesuatu ide dan kemudian menyusun kotak-kotak yang tersedia untuk dijadikan tangga dan memanjatnya untuk mencapai pisang itu.
Menurut Kohler apabila organisme dihadapkan pada suatu masalah atau problem, maka akan terjadi ketidakseimbangan kogntitif, dan ini akan berlangsung sampai masalah tersebut terpecahkan. Karena itu, menurut Gestalt apabila terdapat ketidakseimbangan kognitif, hal ini akan mendorong organisme menuju ke arah keseimbangan. Dalam eksperimennya Kohler sampai pada kesimpulan bahwa organisme –dalam hal ini simpanse– dalam memperoleh pemecahan masalahnya diperoleh dengan pengertian atau dengan insight.
Kurt Lewin (1890-1947)
Lewin lahir di Jerman, lulus Ph.D dari University of Berlin dalam bidang psikologi thn 1914. Ia banyak terlibat dengan pemikir Gestalt, yaitu Wertheimer dan Kohler dan mengambil konsep psychological field juga dari Gestalt Salah suatu teori Lewin yang bersifat praktis adalah teori tentang konflik. Akibat adanya vector-vector yang saling bertentangan dan tarik menarik, maka seseorang dalam suatu lapangan psikologis tertentu dapat mengalami konflik (pertentangan batin) yang jika tidak segera diselesaikan dapat mengakibatkan frustasi dan ketidakseimbangan. Berdarkan kepada vector yang saling bertentangan itu. Lewin membagi konflik dalam 3 jenis :
Konflik mendekat-mendekat (Approach-Approach Conflict) Konflik ini terjadi jika seseorang menghadapi dua obyek yang sama-sama bernilai positif.
Konflik menjauh-menjauh (Avoidance-Avoidance Conflict) Konflik ini terjadi kalau seseorang berhadapan dengan dua obyek yang sama-sama mempunyai nilai negative tetapi ia tidak bisa menghindari kedua obyek sekaligus.
Konflik mendekat-menjauh (Approach-Avoidance Conflict) Konflik ini terjadi jika ada satu obyek yang mempunyai nilai positif dan nilai negative sekaligus.
Prinsip Gestalt
Interaksi antara individu dan lingkungan disebut sebagai perceptual field. Setiap perceptual field memiliki organisasi, yang cenderung dipersepsikan oleh manusia sebagai figure and ground. Oleh karena itu kemampuan persepsi ini merupakan fungsi bawaan manusia, bukan skill yang dipelajari. Pengorganisasian ini mempengaruhi makna yang dibentuk.
Prinsip-prinsip pengorganisasian:
‐ Principle of Proximity : bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu.
‐ Principle of Similarity : individu akan cenderung mempersepsikan stimulus yang sama sebagai suatu kesatuan. Kesamaan stimulus itu bisa berupa persamaan bentuk, warna, ukuran dan kecerahan.
‐ Principle of Objective Set : Organisasi berdasarkan mental set yang sudah terbentuk sebelumnya.
‐ Principle of Continuity : Menunjukkan bahwa kerja otak manusia secara alamiah melakukan proses untuk melengkapi atau melanjutkan informasi meskipun stimulus yang didapat tidak lengkap.
‐ Principle of Closure/ Principle of Good Form : Bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. Orang akan cenderung melihat suatu obyek dengan bentukan yang sempurna dan sederhana agar mudah diingat.
‐ Principle of Figure and Ground : Yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan ground (latar belakang). Prinsip ini menggambarkan bahwa manusia secara sengaja ataupun tidak, memilih dari serangkaian stimulus, mana yang dianggapnya sebagai figure dan mana yang dianggap sebagai ground.
‐ Principle of Isomorphism : Menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas otak dengan kesadaran, atau menunjukkan adanya hubungan structural antara daerahdaerah otak yang terktivasi dengan isi alam sadarnya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Seperti hal nya Behavorisme yang berkembang di Amerika, di Jerman juga melahirkan sebuah aliran yang disebut dengan psikologi ‘gestalt’ yang dalam bahasa jerman yang berarti bentuk, pola atau struktur. Lahir nya gestalt adalah karena ketidak puasan terhadap aliran strukturalis yang mengabaikan pentingnya pengalaman seseorang yang kompleks, bahkan dijadikan elemen yang terlalu disederhanakan. Psikologi gestalt sendiri merupakan aliran psikologi yang mempelajari suatu gejala sebagai suatu keseluruhan atau totalitas, data-data dalam psikologi gestalt disebut sebagai phenomena (gejala). Adapula prinsip pengorganisasian gestalt yang meliputi;Principle of Proximity, Principle of Similatiy, Principle of Objective Set, Principle of Continuity, Principle of Closure, Principle of Figure and Ground, Principle of Isomorphism.